Keajaiban Hasil Laut!

Kekayaan yang dihasilkan dari laut menjadikan manusia terus mencari keajaiban yang tersembunyi dari kedalamannya.

Dalamnya Samudera

Berbagai jenis biota laut terus menggeliat, mengarungi kedalaman samudera. Menunjukkan bagaimana mereka berlari dan menari secara rapi.

Gizi yang Berlimpah

Kandungan gizi menjadi pilihan,mengapa mengkonsumsi hasil laut menjadikan hidup lebih sehat? Itulah kekayaan alam yang harus dijaga kelestariannya.

Sejahtera Dari Hasil Laut

Itulah sebabnya mengapa laut kita harus di pelihara, karena ia telah menopang ekonomi bangsa dan menjadikan negeri ini kaya.

Konsumsilah Makanan Laut Dua Kali Seminggu

Sebuah petunjuk baru menganjurkan semua orang khususnya wanita hamil dan ibu menyusui serta anak-anak untuk mengonsumsi makanan laut minimal dua kali seminggu.
Petunjuk tersebut direkomendasikan dalam sebuah konferensi di Washington DC yang disponsori oleh pemerintah AS, Norwegia, Kanada dan Islandia, serta didukung oleh United Nation Food and Agriculture Organization. Diungkapkan bahwa makanan laut dapat memperpanjang umur dan hidup lebih sehat, serta memperkecil resiko penyakit jantung, kanker, Alzheimer, stroke, diabetes dan penyakit lain yang menyebabkan radang, seperti rematik arthiritis.
Rekomendasi mengenai makanan laut tersebut diringkas dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Disebutkan kandungan gizi seperti omega-3 asam lemak, iodine, besi dan choline, dapat ditemukan pada ikan, seperti salmon, udang, pollock, minyak ikan, tuna kaleng, dan ikan lele, sangat penting bagi perkembangan otak dan dapat mengurangi efek dylexia, autis, hiperaktif, dan masalah kurangnya konsentrasi. Para peneliti dan beberapa studi lain telah menemukan hubungan nyata antara nutrisi makanan laut dengan peningkatan intelijensi pada bayi dan anak-anak.
Sehubungan kontaminasi merkuri, NOAA memastikan, “Tidak akan membahayakan bayi mereka selama mereka tidak makan ikan hiu, ikan todak, tilefish, king mackerel (ikan tawar), tuna steak dan daging ikan paus sampai mereka melahirkan dan berhenti menyusui.” Disarankan, wanita yang berencana hamil sebaiknya menghindari ikan jenis tersebut selama 6 bulan sebelumnya.
Sebagai pencegahan, saran tersebut memiliki selisih keselamatan 10 kali lipat, dimana para ilmuwan selama ini berpikir banyak orang menghindari makanan laut. “Margin tersebut memungkinkan masyarakat meneruskan memberikan manfaat makanan laut pada keluarga dan anak-anak mereka,” ujar William E. M. Lands, seorang Profesor yang sudah pensiun dari Biochemistry di Universitas Michigan dan Universitas Illinois, dan seorang ahli di bidang metabolisme lemak, phospholipids dan prostaglandins, sebagaimana dilaporkan Reuters Health.
Bukti-bukti yang dipresentasikan selama konferensi menunjukkan bahwa selenium, elemen lain yang dapat ditemukan pada ikan laut dapat menetralisir efek kandungan merkuri dalam makanan. “Ini sangat penting, beberapa poin membantu kita untuk mengetahui bahwa orang-orang di Pulau Seychelles yang mengonsumsi ikan 12 kali seminggu tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan, “ kata Lands. Sebaliknya tanda-tanda racun yang tidak kentara dapat dilihat di tempat-tempat seperti Pulau Faroe yang kemungkinan daging mammalia (paus pilot) sudah teracuni, yang diakibatkan oleh merkuri. Paus Pilot mempunyai kadar selenium yang jauh lebih rendah dibanding merkuri.
Dalam kesimpulannya, Lands memastikan, “Tidak makan makanan laut lebih berbahaya dibanding memakannya.” Menurutnya, manfaat dari makan makanan laut lebih banyak dibandingkan dengan resiko kontaminasi merkuri yang terdapat di dalam makanan laut yang relatif kecil.” (erabaru.net)*

Leave a Reply